Anak-Anak Yang Sering Teraniaya akan Terganggu Saat Tumbuh Dewasa
Agen Poker Online - Sudah sangat sering kita mendengar anak yang teraniaya merupakan indikator kuat muncul masalah kesehatan dan gangguan emosional pada masa dewasanya nanti, anak merupakan rezeki buat kedua orang tuanya mulai lah kepada orang tua untuk tidak penganiyaan kepada anak-anak.
Sayangnya sampai sekarang ini hanya sedikit fakta yang diketahui tentang besarnya dampak jika melakukan penganiayaan terhadap anak-anak dapat meningkatkan bahaya di masa depan terlepas dari faktor risiko lainnya dalam kehidupan seorang anak.
Bandar Poker Online - Dalam studi baru yang dipublikasian di jurnal Pediatrics ini, Melissa jonson-reid, PHD, ahli kesehatan anak dari Brown School di Washington University, St. Louis dan partnernya mengamati seberapa besar dampak penganiayaan anak-anak bisa mengakibatkan gangguan kesehatan dan prilaku anak-anak dan sampai dewasa.
Studi ini sudah banyak melacak anak-anak yang dilaporkan mengalami penganiayaan(dari angka noll sampai lima atau lebih). Peneliti pun sudah mengikuti perkembangan anak-anak tersebut hingga sampai dewasa dan sampai menjadi orang tua
Agen Judi Online - Secara tim khusus, studi ini juga berusaha untuk menentukan bagaimana laporan penganiayaan terhadap anak-anak, dan setelah dilakukan seperti itu anak-anak mampu memprediksi masa remaja yang buruk dan anak-anak ini akan menjadi nakal, penyalahgunaan obat-obat atau potensi melakukan penyimpangan seksual dan terserang penyakit menular seksual.
"Semakin banyak riwayat penganiayaan anak yang dilaporkan memberikan prediksi yang kuat terkait prilaku dan masalah kesehatan yang memburuk di usia remaja maupun di usia dewasa," ucap Jonson-Reid. Sebagian besar hasilnya memperlihatkan bahwa laporan penganiayaan tunggal saja telah memberikan resiko sebesar 20-50% lebih tinggi dari pada anak-anak yang tidak mengalami penganiayaan.
Bandar Judi Online - Selain itu, serangkaian hasil pengamatan terhadap subjek dewasa menunjukkan bahwa penganiayaan yang terjadi pada anak-anak ternyata masih berpengaruh hingga remaja, bahkan setelah dilakukan terapi pengendalian prilaku.
Dalam studi tersebut sudah ditemukan bahwa anak-anak yang dilaporkan mengalami penganiayaan selama lima kali atau bisa lebih kecenderungan dua kali lipat melakukan penganiayaan yang sama terhadap anak-anaknya sendiri dan akan bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental, meski telah berusaha mengendalikannya selama masa remajanya. (Forum Judi Online)

